melihatmu bahagia bagaikan dengan orang orang disekitarmu membuatku bahagia, bahagia ini tak akan pernah bisa terbayar dengan apapun, semoga kamu selalu bahagia dengan pria idamanmu,
tapi disisi lain benci selalu menghampiri apakah aku harus tetap benci padadmu karena melihat engkau tidak bisa menjadi millilku, pernah aku kepoin kamu bahwa kamu selalu menangis takut kehilangan pria idaman mu, hatiku hancur, mengapa persaanmu tidak pernah secuilpun melihat persaanku, disitu benci bercampur rindu dan bahagia bercampur jadi satu, sungguh semoga kamu tidak pernah merasakan persaanku ini, irma